TOUR de JAVA: SEBUAH PERMULAAN

“The World is a book and those who don’t travel read only one page….”

-Anonymous-

4312038-vector-traveller-icon-black-and-white-simply-changeSaya adalah orang yang ambisius. Saya akui itu. Membaca buku-buku yang ditulis oleh backpacker profesional, seperti Trinity dan Andrea Hirata, membuat saya iri dengan mereka. Iri dalam arti yang positif tentunya…

Selain itu, saya juga penasaran bagaimana rasanya menjalani kehidupan sebagai orang jalanan. Melihat berbagai kenyataan dalam lika-liku kehidupan yang terhampar di depan mata kita. Menilai seberapa baik kinerja pemerintah di daerah yang saya lewati. Tapi sumpah, saya bukan orang yang puitis apalagi filosofis. Makanya, bagi yang gak paham dengan maksud kalimat diatas, mending gak usah dipikir deh… :p

Berbekal dengan segudang keinginan itulah, saya berinisiatif menempuh sejumlah perjalanan ketika jeda liburan kenaikan kelas (gak usah heran, saya masih duduk di jenjang SLTA -_-) Berbagai destinasi tujuan, biaya, serta moda transportasi yang akan saya gunakan mulai dikaji semenjak 3 bulan sebelum keberangkatan.

Satu fakta yang pasti akan membuat Anda lebih tercengang ialah: Ini merupakan first experience bagi saya dalam melakukan perjalanan backpacker, dan itu saya jalani sebagai Solo Traveler alias petualang tunggal. Tidak ada teman yang ikut dalam perjalanan pertama ini. Sendiri. Alone.

Faktor-faktor anomali seperti diatas membuat wajar jika persiapan yang saya lakukan begitu bejibun. Mulai dari membeli gadget untuk media hiburan selama berada dalam perjalanan hingga menyiapkan berbagai bekal yang akan dibawa. Juga membuat saya lumayan buta terhadap kebutuhan biaya yang diperlukan selama perjalanan. Kalau boleh jujur, dana yang saya gunakan untuk kegiatan ini baru saya genggam di tangan sebulan sebelum keberangkatan. Itupun jauh dari kata ideal untuk melakukan sebuah Solo Travelling selama 2 minggu. Ajaib bukan?

Awalnya saya berniat melancong ke Pulau Borneo via laut, tetapi saya urungkan niat tersebut karena faktor waktu yang tidak memungkinkan. Bayangin aja bro, jatah libur oleh sekolah ‘hanya’ 2 minggu, sedangkan untuk urusan pulang-pergi aja butuh sekitar 6 hari. Jelas, 1 Minggu gak bakalan cukup buat menjelajahi keeksotisan Pulau Kalimantan ini. (Bagi para pembaca yang merupakan akedemisi pendidikan, mungkin dapat memperjuangkan perpanjangan liburan kami….hehehe )

Pasti anda bertanya, kenapa gak naik pesawat aja? Jelas, faktor biaya menjadi perbincangan utama dalam hal ini. Apabila seandainya saya memilih pesawat sebagai moda transportasi, niscaya uang saku saya akan habis sehari setelah menginjakkan kaki disana. Serius, ini gak bercanda…. Lagian, backpacker itu memiliki makna sebagai orang yang melakukan perjalanan dengan dana seminim mungkin. Dan menurut saya, kata ‘pesawat’ sangat jauh dari definisi itu.

Akhirnya saya memutuskan untuk sekedar keliling Jawa saja. Selain lebih dekat, saya juga bisa menghemat biaya penginapan karena saya bisa memanfaatkan rumah teman-teman saya di daerha yang saya sambangi. Rencana awal saya akan melewati 5 kota di 3 provinsi. Namun, pada kenyataannya ternyata saya dapat mengunjungi 7 kota yang tersebar di 6 nprovinsi. Dengan kata lain, saya berhasil mengarungi SELURUH provinsi di Jawa dalam periode perjalanan itu. Keren kan?

Alan-Kahler-solo-travelerSelau ada cerita dalam setiap perjalanan, sebagaimana selalu ada hikmah yang dapat kita ambil dalam suatu peristiwa. Perjalanan yang saya namakan TOUR de JAVA ini pun saya anggap cukup sukses mengingat banyaknya faktor-faktor tak terduga yang muncul. Saking banyaknya, sampai-sampai beberapa teman menjuluki saya sebagai “Nekat Traveler”, sebuah plesetan dari buku Trinity berjudul “Naked Traveler”, mengingat banyaknya kemustahilan yang terus saya terobos demi suksesnya acara ini. Dan entah kenapa, hal itu membuat saya merasa semakin dekat dengan Sang Khalik saja. Mungkin karena begitu banyak pertolongan-Nya yang saya dapatkan ketika menghadapi berbagai kesulitan atau malah bisa jadi itu merupakan tanda Jika Dia masih merahmati saya dngan kasih sayang-Nya.

Nah, dalam beberapa postingan ke depan, InsyaAllah, saya akan menceritakan kisah-kisah gokil, seru, konyol, hingga menyedihkan yang saya alami sendiri saat melakukan perjalanan mengarungi Pulau Jawa ini. Dengan harapan, para pembaca dapat belajar banyak dari apa yang telah saya lewati selama ini.

Kota apa saja yang saya kunjungi? Bagaimana cara saya menyiasati minimnya finasial yang ada? Atau kecelakaan konyol seperti apakah yang saya alami selama perjalanan ini? Temukan jawabannya dalam posting-posting serial TOUR de JAVA berikutnya…!!!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s