Siapakah Traveler Sejati itu?

Al Isra 37 “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali  kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”

(Al Isra (17): 37)

Masih berkaitan dengan tema yang kemarin, yaitu rendah hati…

Berapa banyak Negara yang telah Anda kunjungi? Berapa kali Anda mengelilingi dunia? Atau bahkan berapa puluh tahun waktu yang Anda habiskan di jalan sebagai traveler atau backpacker?

Jangan sombong. Itu perintah Allah berikutnya yang berkaitan dengan dunia pecinta petualangan seperti kita semua. Karena, sombong hanya akan membawa kita pada sikap lupa diri.  Ujung-ujungnya kita akan menjadi pribadi egois, mementingkan diri sendiri, serta merasa sebagai yang paling hebat sendiri.

Jangan sombong. Berapa banyak orang-orang terdahulu yang celaka atau musnah akibat sifat yang satu ini? Fir’aun, Qorun, hingga Saddam Husein, mantan presiden Irak yang nasibnya berakhir di tiang gantungan itu. Bahkan Iblis yang taat kepada Allah selama lebih dari 1000 tahun saja bisa berbalik nasibnya menjadi terlaknat akibat sifai sombong ini. Bagaiamana dengan kita?

IMG_0567[1]

Jangan sombong, dan waspadalah terhadapnya. Yang dibutuhkan adalah aksi nyata kita, meski itu tak semudah membalik tangan. Saking sulinya untuk menghindari sifat itu, bahkan orang sekaliber Nabi Musa a.s pun pernah tergelincir didalamnya. Tentu Anda masih ingat-kan kisah beliau saat diperintahkan oleh Allah mencari Nabi Khidir akibat kesombongannya yang menyatakan bahwa dirinya merupakan sosok paling pintar di muka bumi? Untungnya, beliau segera bertaubat dan menyadari kekhilafan beliau.

Kawan, salah besar jika Anda menjadikan travelling dan backpacker sebagai ajang untuk pamer, riya, maupun sombong. Karena esensi dari sebuah perjalanan itu adalah seberapa besar manfaat yang kita peroleh darinya. Travelling dinyatakan sukses besar jika kita merasa memprolah manfaat saat melakukannya. Travelling dinyatakan berhasil jika sesudah itu kita merasakan perubahan positif dari kegiatan tersebut. Kalau ternyata Anda masih jauh dari itu semua, maka bersiaplah menanggalkan semua gelar Anda sebagai seorang traveler sejati!  

Iklan

2 thoughts on “Siapakah Traveler Sejati itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s