Tujuan Backpacker itu…. (III_C_selesai)

luqman 10-11Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyahkan kamu; dan memperkembangkan biakkan segala macam jenis mahkluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuhan yang baik.

Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.”  (Luqman (31): 10-11)

Sesudah mengamati makna otentik dari BINTANG (klik sini), ada baiknya Anda tidak langsung menurunkan pandangan ke bumi terlebih dahulu. Karena kita, melalui ayat ini, diajak kembali oleh Allah untuk mengamati dengan seksama keadaan langit yang selama jutaan bahkan milyaran tahun menaungi bumi kita ini.

langit

langit tanpa penyangga, mengundang decak kagum makhluk yang berpikir

Coba kita amati, bagiamana mungkin langit dapat tegak sedangkan ia tidak memiliki tiang penyangga? Kalau sekiranya, yang Anda maksudkan sebagai tiang penyangga langit ialah Gaya Gravitasi, maka pertanyaannya ialah bagaimana bentuk gravitasi itu sesungguhnya? Kalau gaya gravitasi itu hanya dapat dirasakan namun tak dapat disentuh, diraba, maupun disentuh maka segala puji bagi Rabb semesta alam yang telah menciptakannya sebagai penahan langit dan semua benda di permukaan bumi. Logikanya, bagaimana mungkin sesuatu yang tak kast mata bisa menahan lagit sebesar itu? Lagi-lagi kita hanya bisa berdecak kagum pada ciptaan Allah yang satu ini, Kawan…

Lebih-lebih, sesudah menyebutkan penciptaan langit yang begitu luar biasa itu, Allah juga menginspirasi manusia untuk mengalihkan pengamatan mereka ke permukaan bumi lagi. Mulai dari gunung yang berfungsi sebagai pasak penahan berbagai goncangan bumi, keanekaragaman makhluk ciptaan-Nya, hingga tanaman-tanaman hijau yang tumbuh subur dengan hujan dari langit. Lalau, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?

Adakah seseorang yang mampu membuat makhluk ini terbang selain Rabb semesta alam?

Adakah seseorang yang mampu membuat makhluk ini terbang selain Rabb semesta alam?

Di ayat berikutnya, Allah menegaskan bahkan menantang sesembahan selain-Nya untuk menunjukkan ciptaan-ciptaan mereka.  Bukan apa-apa, karena kalau mereka benar-benar Tuhan selain Allah sudah barang tentu mereka seharusnya mampu menciptakan sesuatu yang lebih hebat dari langit. Namun, itu semua hanyalah dusta belaka. Jangankan menciptakan 7 lapis langit, membuat seekor nyamuk hidup kembali mereka pun tak sanggup. Dari sini, pilihan kembali berada dalam diri kita. Mau ikut mereka yang ‘ngaku-ngaku’ atau Tuhan yang udah terbukti kehebatan-Nya?

Tujuan seorang Traveler berjalan di muka bumi adalah untuk ini semua. Menabalkan iman di dada melalui pengamatan terhadap hal-hal yang dilewatinya. Bukan buat menabalkan kesombongan di dadanya, karena tentu tidak ada seorangpun yang berhak menyombongkan dirinya di muka bumi ini. Karena Allah saja mengharamkan sifat itu terhadap diri-Nya, masa’ kita malah berlaku sebaliknya?

Kawan, Insya Allah masih ada satu tujuan travelling lagi yang berhasil saya dapati saat menyelami lautan hikmah Al Qur’an. Namun,  inilah edisi terakhir dari tujuan backpacker yang ketiga: Mengamati  Berbagai Ciptaan Allah.  Jadi, selamat mengamalkan, dan……..selamat menunggu posting berikutnya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s