Tujuan Backpacker itu… (IV_C)

Al Qasas 59-59

“Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. {58)Dan Tuhamu tidak membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang Rasul di Ibu Kotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) kami mebinasakan(penduduk) negeri, kecuali penduduknya melakukan kezaliman{59}” (Al Qashash (28): 58-59)

Kalau Anda punya waktu luang, coba Anda browsing di Internet berapa banyak situs-situs bangunan peninggalan kaum-kaum terdahulu yang kini kosong melompong alias tidak dihuni. Kalau Anda berhasil menemukan beberapa diantarnya, saya sarankan untuk jangan terlalu bersenang diri dulu. Bisa jadi, situs-situs tersebut adalah saksi bisu turunnya murka Allah kepada para penghuninya.

Dalam ayat diatas, Allah jelas menyiratkan bahwa di beberapa bagian muka bumi ini ada begitu banyak bekas-bekas kediaman milik kaum-kaum yang binasa akibat kedurhakaan mereka kepada-Nya.Ke tempat semacam itulah, Allah menyarankan kita untuk melakukan perjalanan guna mengambil ibroh dari mereka.

Mengapa bangunan Mesir ini tetap kokoh?

Mengapa bangunan Mesir ini tetap kokoh?

Bukan hanya sekedar wisata religi demi menambah seteguk keimanan kita yang kering kerontang ini, namun selama berada di sana kita juga bisa melakukan semacam riset ilmiah. Ingat, Al Qur’an bukan hanya sekedar sebuah kitab yang membahas urusan iman di dada saja, tapi lebih dari itu, Al Qur’an ialah sebuah kitab yang universal. Di dalamnya banyak terdapat berbagai penemuan yang cukup layak menggemparkan dunia sains.

Contohnya dalam ayat diatas, Allah secara tidak langsung mengajak umatnya untuk meneliti lebih lanjut rahasia arsitektur kaum terdahulu yang tetap awet hingga saat ini. Atau juga meneliti jenis-jenis batu yang cocok digunakan sebagai bahan baku bangunan kota kaum Samud. Bisa juga mengkaji ilmu tata kota yang diaplikasikan dalam bangunana-bangunan kota tersebut. Atau malah meneliti alat-alat yang mereka gunakan sehingga bisa membuat bangunan semacam itu. Dan lain sebagainya. Menarik bukan?

Dari ayat diatas pula kita dapat mengetahui bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Adil terhadap hamba-hamba-Nya. Dia tidak akan pernah berbuat dzolim dengan seekor ciptaanya. Termasuk, tidak akan pernah memusnahkan sebuah negeri kecuali telah diutus seorang Rasul kepada penduduk negerinya. Ketika rasul-Nya didustakan, diusir,atau bahkan dibunuh maka itu adalah saat dimana Allah akan turun tangan membinasakan mereka.

Juara di Negeri Edan ini ialah....

Juara di Negeri ini ialah….

Bandingkan dengan sifat manusia saat ini yang saling sikut, saling fitnah, atau bahkan saling bunuh hanya demi kepentingan perut semata. Berapa banyak, Kawan, koruptor kakap di negeri ini?Dan berapa banyak rakyat jelata yang telah mereka zholimi? Bagaimana mungkin, ketika Allah mengharamkan sifat zholim atas diri-Nya dan hamba-Nya, sedangkan manusia malah berbondong-bondong menggunakan kezholiman sebagai alat  demi kepentingan mereka?

Entahlah, saya bingung dengan zaman edan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s