Tujuan Backpacker itu…(IV_selesai)

Yusuf 111Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf (12):111)

Pasti ada suatu masa dalam hidup kita dimana logika akal lebih dominan dari keyakinan di hati.Hal itu sah-sah saja, selama tidak menyangkut urusan iman yang mayoritas memuat berbagai hal ghoib.Harus dipahami jika logika akal manusia memiliki batas-batas yang tak akan pernah bisa ditembus. Berusaha menalar keberadaan Allah berarti sama saja dengan menumbuhkan keraguan terhadap Dzat Yang Menciptakan alam semesta ini. Menjadikan logika akal pikiran sebagai pemimpin hati secara berlebihan, bisa memunculkan benih-benih ketidak percayaan terhadap kebenaran Al Qur’an. Karena disana banyak termaktub hal-hal luar biasa yang tak pernah bisa dinalar oleh akal pikiran, dan hanya dapat dipahami dengan keimanan tanpa batas. Mulai dari peristiwa Isra’ Miraj, sampai dengan kisah umat-umat terdahulu.

Mungkin kadang kala pernah terbersit dalam benak Anda pertanyaan seperti ini: Apakah kisah-kisah yang diceritakan dalam Al Qur’an benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya? Apakah kisah-kisah tersebut hanya sebatas mitos belaka? Ayat terakhir dalam Surat Yusuf diatas berusaha menjawab semua keraguan Anda.Di dalam ayat tersebut, terkandung sebuah pembenaran yang menentramkan rasa penasaran kita. Jelas, Allah menegaskan jika semua isi Al Qur’an adalah nyata kebenarannya. Mulai dari kisah-kisah kaum terdahulu yang telah saya ulas dalam beberapa postingan sebelumnya, hingga semua fakta-fakta sains yang tersirat begitu halus menunggu untuk dieksplorasi oleh para pembaca Al Qur’an.

Wajar rasanya, ketika kita menyadari bahwa salah satu alasan mengapa penduduk Mekkah mengingkari Al Qur’an ialah ketidak mampuan mereka dalam membuktikan isi Al Qur’an itu sendiri.Di masa itu, teknologi belum mampu berbicara banyak. Namun kini, dengan segala kemajuan teknologi, kita telah berhasil menyaksikan begitu banyak ayat-ayat suci Al Qur’an yang teruji kebenarannya. Lalu, mengapa kita masih mencoba meragukan Al Qur’an? Apakah karena kita adalah generasi yang lebih ‘buta’ dibanding dengan kaum kafir Quraisy? Atau karena kita adalah orang-orang yang enggan untuk mengakui kebanaran?

Oh ya,ayat terakhir surat Yusuf diatas adalah penutup (ending) dari sub-edisi ‘Tujuan Backpacker itu…’. Berikutnya kita akan mulai menukik ke pembahasan spesifik lain yang , Insya Allah, akan jauh lebih menarik. Khusus bagi Anda para pecinta petualangan, selalu nantikan ulasan Al Qur’an berikutnya mengenai dunia travelling yang begitu menantang ini. Dan ingat, gerakan #1hari1ayat ini masih tersisa 17 hari…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s