Fiqih Musafeer: Cari Aman dengan Jaga Pandangan

An Nuur 30

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya;  yang demikian itu adalah lebih sucibagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (An Nuur (24) :30)

Belakangan ini, sering terbersit di benak saya pemikiran seperti ini: ‘Dari hari ke hari, penduduk dunia semakin mengalami kemajuan atau kemunduran?’ Dasar dari kegalauan saya cukup sederhana sebenarnya. Saya mengamati bahwa budaya berpakaian yang ada pada hari ini ternyata tak jauh beda dengan yang dimiliki nenek moyang kita terdahulu. Minim. Di zaman dahulu, penyebab dari gaya berpakaian minim semacam itu ialah sedikitnya bahan dasar yang ada. Mereka masih bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun bagaimana dengan fenomena di masa kini? Ini yang membuat saya berdecak heran.

Bandingkan dengan masa kini...sama-sama minim kan?

Bandingkan dengan masa kini…sama-sama minim kan?

Dari tahun-ke tahun, pakaian yang dikenakan oleh mayoritas masyarakat dunia cenderung semakin terbuka. Mulai dari rok mini, mini dress, hingga hot pants. Meski berdalih kemajuan fashion terbaru, namun saya malah menilai jika perlahan kita mulai kembali ke zaman baheula. Coba, apa bedanya dengan pakaian yang dikenakan nenk moyang kita jutaan tahun yang lalu selain perbedaan bahan semata? Inilah kondisi hari ini, aneh tapi nyata.Dan Anda tak perlu terbang jauh-jauh ke benua lain untuk mengamati secara langsung fenomena tersebut. Cukup berkunjung ke berbagai pusat-pusat perbelanjaan yang tersebar bak jamur di seantero kota-kota besar Indonesia ini dan, bingo, Anda akan menemukannya dengan begitu mudah.

Adalah suatu hal yang sangat lumrah jika pandangan seseorang akan menjadi begitu ‘aktif’ selama ia berada dalam perjalanan. Apalagi bagi para backpacker/traveler yang statusnya masih saja ‘jomblo’. Berbagai ‘pemandangan indah’ yang menarik tentu akan membuat matanya ‘jelalatan’ melirik kesana-kemari. Mulai dari penduduk setempat yang memiliki paras begitu mempesona, hingga hal-hal yang dilarang Allah untuk disaksikan oleh seorang muslim seperti fenomena pamer aurat seperti yang saya sebutkan di atas.Ya, kan? 🙂 🙂 🙂

Oleh sebab itu, Allah SWT melalui ayat diatas memberikan himbauan kepada kita semua untuk menjaga pandangan kita dari hal-hal yang dilarang oleh-Nya.

Kawan, jaga pandangan ya....

Kawan, jaga pandangan ya….

Bukan hanya berlaku bagi para traveler semata, namun juga melingkupi seluruh kaum Muslimin dimanapun dan kapanpun ia berada.Pandangan pertama boleh dianggap sebagai kenikmatan karena toh, seringkali disebabkan oleh ketidaksengajaan. Namun pandangan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya patut diwaspadai karena akan dihitung sebagai dosa, Kawan. (berdasarkan salah satu hadis Nabi)

Mengapa seseorang harus mampu memelihara kedua pandangannya? Karena dari situlah berbagai-berbagai kemaksiatan bermuara. Zina berawal dari ketertarikan terhadap kecantikan seseorang, mencuri bermula dari ketertarikan mata terhadap benda milik orang lain, hingga riya (iri) berasal dari ketertarikan mata melihat kondisi orang lain yang di atas kita. Benar2 bahaya bukan? Maka Kawan, jadilah seorang traveler yang santun dengan berusaha memelihara pandangan Anda sebaik mungkin. Dan ingat, jangan sampai Anda mengikutsertakan diri Anda dalam gerakan purba masyarakat global masa kini!

Iklan

2 thoughts on “Fiqih Musafeer: Cari Aman dengan Jaga Pandangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s