Resiko Travelling: KEMATIAN

An Nisa 78Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah : “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?(An Nisa (4):78)

Resiko terbesar dari satu hal yang kita lakukan tentunya adalah kematian. Berbagai penyebab kematian bisa saja mengahampiri kita dalam tiap nafas kehidupan yang dihabiskan. Mulai dari yang kita anggap ‘keren’ seperti wafat dalam peperangan membela agama, hingga hal-hal ‘konyol’ yang terkadang juga sukses merenggut nyawa kita seperti misalnya, keselek keripik yang kita makan gara-gara menyaksikan wanita cantik lewat di hadapan kita. Bisa saja kan?

Kematian tidak mengenal kata pengecualian sebagaimana air yang tak kenal kata kompromi dengan minyak. Malaikat maut senantiasa mengawasi dimanapun kita berada. Ketika telah turun perintah dari Allah untuk mencabut nyawa kita, niscaya kita akan mendapati Sang Pencabut Nyawa berada di hadapan kita pada saat itu jua. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi kita dari kematian ketika telah tiba waktunya. Satu-satunya hal yang dapat mencegah kematian yang menghampiri seorang anak Adam hanyalah kehendak Sang Khalik sendiri. Dan tentunya itu di luar batas kemampuan kita kan?

kematian2Tak terkecuali dalam aktivitas Travelling, sobat. Namun tidak semestinya hal itu malah membuat Anda takut untuk melangkahkan kaki Anda ke alam bebas. Karena, malaikat maut akan tetap mendatangi diri Anda dimanapun Anda berada. Entah itu di alam bebas, ataupun di atas kasur empuk nan nyaman di hotel langganan Anda. Ingat, seseorang akan tetap meninggal meski ketika itu ia sedang makan dengan begitu lezatnya di dalam benteng terkuat yang ia miliki. Sebaliknya, Allah SWT tidak akan membiarkan seseorang wafat ketika belum tiba ajalnya untuk itu, meski ia dipukuli dan ditusuk berkali2 dengan pisau tajam.

Dan seharusnya, kawan, yang lebih pantas untuk dikhawatirkan bukanlah kematian itu sendiri…Tapi lebih kepada bekal yang kita persiapkan untuk kehidupan setelah kematian itu sendiri. Takwa dan Iman adalah penyelamat utama kita dari siksaan api neraka yang kekal abadi di hari kiamat kelak. Maka mulailah bertanya pada diri Anda berbagai pertanyaan2 muhasabah mengenai usia yang telah Anda habiskan selama di dunia. Seperti, berapa banyak amal sholih yang telah kukerjakan? Atau, berapa banyak anak yatim yang telah disantuni? Berapa banyak sholat yang telah ditinggalkan? Berapa banyak ayat Al Qur’an yang telah dibaca, dihafal, diresapi, dan diamalkan? Dan berbagai pertanyaan lainnya….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s