Behind the Scene #1hari1ayat: Ikut gak ya?

(bag_I)

Masih terngiang dengan jelas di benak saya, awal mula kisah pertama kali saya mendengar gerakan #1hari1ayat ini. Info mengenainya, saya dapatkan dari sebuah situs terpercaya yang selama ini saya jadikan rujukan untuk mengendus berbagai even-even menarik nan menantang: lomenulis.com.  Jujur, ketika itu saya merasakan sebuah dorongan kuat dalam diri saya untuk mengikuti even yang satu ini. Selain alasan penyelenggaraannya yang positif, yaitu mendorong kita untuk lebih sering membuka dan membaca Al Qura’n, saya juga merasa tertarik untuk membuktikan bisa atau tidaknya diri saya dalam mengikuti even ini sebulan penuh.

Awalnya, saya berencana untuk mengangkat tema-tema hangat (headnews)  terkini bangsa Indonesia melalui sudut pandang Al Qurán. Mulai dari kasus korupsi, gaya hidup penduduknya yang ‘wah’, hingga berbagai musibah yang baru saja menimpa negeri ini. Cuma, yang menjadi masalah adalah: Konsep Blog. Saat itu adalah masa-masa awal dimana saya baru saja merintis blog ini. Tujuan yang saya canangkan dibalik pembuatan blog ini jelas. Yaitu untuk memuat hal-hal yang berkaitan dengan dunia travelling. Bukan yang lain. Jika saya memilih berpartisipasi dalam even ini dengan rencana semula, berarti itu sama saja dengan melanggar visi dan misi yang saya telah buat ketika memutuskan untuk terjun di dunia blogging ini. Lalu apa yang mestinya saya lakukan?

Blog ini adalah blog Travelling, dan bukan yang lain....

Blog ini adalah blog Travelling, dan bukan yang lain….

Setelah sekian lama memutar otak, saya akhirnya memutuskan untuk tetap ikut serta dalam gerakan #1hari1ayat ini. Agar bersesuain dengan konsep blog yang saya rancang, maka saya memilih untuk memosting setiap harinya ayat-ayat Al Qurán yang berkaitan erat dengan dunia travelling. Ya, ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, saya pun sukses menyatukan konsep awal blog saya yang baru seumur jagung itu dengan even #1hari1ayat yang superseru ini.

Saya juga terinspirasi dengan salah satu etos kerja utama di perusahaan Apple. Yaitu: fokus. Mereka menyingkirkan berbagai hal lain sebelum beranjak dan memfokuskan diri ke satu proyek utama. Begitu pula dengan saya. Saya memilih untuk mengalihkan perhatian yang saya miliki ke dalam satu titik utama: Travelling. Kebetulan pula, korelasi antara Al Qurán dengan dunia para pejalan ini juga sering luput dari pandangan manusia. Padahal Al Qurán sebagai kitab universal membahas secara panjang lebar permasalahan satu ini. Dan disanalah tantangan dakwah yang sesungguhya terletak. Maka dari itu, saya berinisiatif menjadikan momen gerakan #1hari1ayat ini sebagai sarana utama dalam usaha saya menyadarkan manusia akan kecocokan Al Qurán dengan berbagai sendi-sendi kehidupan manusia kapanpun dan dimanapun mereka berada. Inilah alasan utama mengapa saya begitu ngotot memaksakan diri unjuk bagian dalam gerakan ini. Dan karena alasan itu pulalah, dukungan dari Anda sepnuhnya sangat saya butuhkan….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s